Selasa, 17 April 2012

!!!!

   Merasa diri paling mengerti dan so-menggurui. wibawa bukan dari suara, dewasa bukan dari nada. coba berkaca banyak lantunan miring menyertainya !!!

Jangan pernah menggurui orang yang lebih berpengalaman, karena kamu akan ditertawakan..
Jangan pernah menggurui orang yang sebanding pengalamannya, karena kamu akan dianggap angkuh..
Jangan pernah pula menggurui orang yang lebih sedikit pengalamannya, karena kamu akan dianggap sombong..
Maka sebelum terpikir untuk menggurui orang lain, guruilah diri sendiri terlebih dahulu..
Agar kita selalu berguru pada kerendahan hati..

Mapan dulu atau Nikah dulu ?

    Kemapanan sebelum menikah tentunya sangat diidam-idamkan oleh wanita maupun laki-laki, hmm..apalagi yang namanya laki-laki, banyak yang gak mau nikah karna belum mapan. Dan uniknya, ini karna doktrin dari para wanita, karna wanita ingin laki-laki yang mapan sebelum menikah agar pernikahannya lancar. Lah nikah karna cinta apa karna kemapanan sih aslinya ??

       Susahnya lagi bukan hanya pasangan yang ingin menikah saja yang memikirkan hal ini, tapi orang tua mereka pun seolah tak mau ketinggalan dalam masalah ini. Yang paling menarik ketika orang tua justru berbicara mempesimiskan dan jauh dari keyakinan bahwa rezeki dalam kendali Allah, ‘ Belum mapan udah mau nikah, emangnya mau makan batu ?? ‘ wow, telak kena di hati.

      Bisa jadi karna pikiran kamu terlalu sempit tentang rezeki atau ketidakpahaman bahwa Allah sudah mengatur rezeki pada diri masih-masing makhlukNya, sayangnya pemahaman sederhana pun tidak diandasi sikap yakin dan percaya bahwa Allah selalu akan memudahkan jalan bagi orang-orang yang ingin mengikuti sunnah Rasulullah Alaihi Wasallam.
Mapan..ukuran kemapanan dari kamu mungkin berbeda-beda. Ada yang sebelum punya rumah belum mapan, belum kerja berarti belum mapan. Kalo nunggu itu semua, terus kapan ada pikiran nikah, sedangkan hal dunia seperti itu tak bisa langsung didapatkan harus menanti proses.

       Sudah banyak yang membuktikan bahwa mapan sebelum menikah tidaklah menentukan sebuah rezeki setelah menikah, justru banyak yang telah menikah membuktikan setelah menikah rezeki begitu mudah mengalir. Tidak ada yang tahu rezeki kamu itu seberapa , lalu kenapa kamu takut menikah jika kamu masih memikirkan harta dunia??

“ Kamu itu belum punya apa-apa, istrimu nanti mau kamu kasih makan apa ?? Batu ?? “ Perkataan ibu ku membuatku tertunduk, namun aku yang masih kuliah ini tetap menginginkan untuk menikah.
“ Masa iya Allah tega ngelihat hambaNya makan batu Bu “ aku masih membela diri.
“ Sudahlah Nak, kuliah dulu yang bener terus cari kerja baru mikirin nikah “
“ Umur berapa tuh Bu, kalo aku gak dapet kerja, gak nikah-nikah donk !!??
“ Pasti nikah Nak, tapi tunggulah sampai kamu benar-benar bisa mencukupi keluargamu nanti “
“ Saat ini juga aku ngerasa mampu kok Bu, aku bisa kuliah sambil jualan, calon istriku juga pasti mau ngertiin aku “
“ Ya sudahlah nak, itu terserah kamu “

     Kisah di atas adalah sebuah pengalaman nyata dari seorang Sahabat, nyatanya dan Faktanya ketika mereka menikah, mereka tidak sampai makan batu tuh. Mereka malah sekarang bisa buka usaha sendiri dan tentunya karna mereka percaya dengan rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan bukan hanya satu pasangan yang meyakini hal ini, banyak pasangan nikah muda yang sudah merasakan keajaiban rezeki setelah menikah.

Yang jelas, telah banyak saya mendengar kisah tentang melimpahnya rezeki justru datangnya setelah menikah. Dan ada hal yang salah satu guru ngaji saya pernah bilang, dan saya amati memang benar adanya, yakni :
GAK ADA BUJANGAN YG KAYA..!!!.

      Tugas kita berikhtiar, nanti Allah yang mencukupi. Tugas kita menunjukkan keinginan yang kuat. Jangan memaksa kehendak, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat itu penting. Percaya itu. Jangan hitung rezeki Allah dengan kalkulator manusia. Allah punya kalkulator yang jauh lebih canggih, kalkulator manusia tak kan sanggup menghitungnya.  

" Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya"  (Qs Ibrahim [14] 34 & an Nahl [16] ayat 18)

Senin, 16 April 2012

Selalu Ingat Allah, Hati Jd Tenang

         Firman Allah SWT, ”Ingatlah, dengan berdzikir kepada Allah hati akan tenang” (Q.S. 13:28). Orang yang senantiasa berdzikir (mengingat Allah) hatinya akan tenang. Hidupnya tidak akan pernah merasa terancam dan khawatir. Kecemasan akan menjauhi orang yang selalu berdzikir karena merasakan Allah SWT selalu dekat dengan-Nya. Dzikrullah akan membawa ketenangan batin karena ingat kepada Allah berarti ingat akan kekuasaan-Nya. Masalah seberat dan sebesar apa pun, sangat kecil dalam pandangan Allah SWT. Penyakit STRES tidak mungkin menimpa orang yang suka  dzikrullah.

Jumat, 23 Maret 2012

Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)

      Sejumlah orang masih belum mengerti mengenai pacaran dalam Islam. Mereka menyangka: “Islam hanya mengenal ta’aruf sebelum pernikahan.” Lantas untuk menolak islamisasi pacaran, mereka pun mengajukan pertanyaan: “Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasullah SAW pernah pacaran sebelum menikah? Bukankah pacaran itu merupakan produk Barat?”
Berikut adalah tanggapan dan jawaban saya, M Shodiq Mustika:
Pacaran bukanlah produk Barat. Pada zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah terdapat budaya “pacaran” (dalam arti “saling ekspresikan cinta”). Beliau tidak melarangnya, tetapi justru merestuinya. Lihat artikel Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta.
Tidaklah benar bahwa Islam mensyariatkan “ta’aruf sebelum pernikahan”. Yang disyariatkan adalah tanazhur, yang kami sebut sebagai pacaran islami. Lihat artikel “Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?
Nabi Muhammad SAW dan para sahabat pun pernah “pacaran” (dalam arti “bercinta pra-khitbah“) sebelum menikah. Metode “pacaran” yang mereka gunakan adalah tanazhur (saling menaruh perhatian). Lihat, sekali lagi, artikel “Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku telah diberi karunia dengan cintanya Khadijah kepadaku.” (HR Muslim, Bab “Keutamaan Khadijah”)
      Ibnu al-Atsir menceritakan dalam Tarikh-nya bahwa setelah mendengar kabar tentang sifat-sifat Muhammad SAW, Siti Khadijah menawarkan kesempatan kepada beliau untuk membawa barang dagangannya ke Syam. Tawaran ini diterima dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar (daripada bila dibawa oleh orang lain). Lantas, Ibnu al-Atsir mengungkapkan “Siti Khadijah sangat gembira menerima keuntungan yang besar itu, tetapi kekagumannya kepada orang yang telah diujinya itu jauh lebih mendalam.” (Kekaguman yang mendalam inilah yang kita kenal sebagai rasa CINTA. Sedangkan ekspresinya kita sebut sebagai “bercinta“.)
         Perhatikanlah bahwa diantara mereka berdua tidak hanya terjadi proses taaruf (dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dsb). Diantara mereka ternyata terdapat pula “interaksi yang mendalam” dalam bentuk kerjasama bisnis. Interaksi yang mendalam seperti itulah salah satu perbedaan utama antara pacaran islami dan taaruf. Lihat artikel “Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif?
            Pola pacaran islami (alias tanazhur) dengan model kerjasama ala Khadijah-Muhammad itu dapat kita jadikan teladan. Dengan si dia yang Anda sayangi, Anda dapat menjalin kerjasama bisnis, belajar bersama, atau pun melakukan kegiatan bersama lainnya yang membawa manfaat sebesar-besarnya. Justru kalau Anda hanya bertaaruf dengan si dia tanpa interaksi yang mendalam, maka Anda belum sepenuhnya memenuhi Sunnah Nabi tersebut.
LINK PUSTAKA :  http://muhshodiq.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/

Kamis, 22 Maret 2012

MTLH II

KALAH DAN KECEWA ITU BIASA!!!!
TAPI, BANGKIT DAN MEMBUKTIKAN BAHWA 
DIA YANG MENINGGALKANMU, MENGABAIKANMU  ITU YANG RUGI......
ITU BARU SUPEERRR!!

Minggu, 11 Maret 2012

♥ Bismillahirrahmanirrahim ♥ [GS]
ZIKRULLAH YANG MEMBAWA BAHAGIA
=================================
Ketenangan itu dicapai melalui zikrullah. Zikrullah akan memberi ketenangan buat hati. Ketenangan hati itulah kebahagiaan sejati. Tetapi kenapa ada orang yang berzikir tetapi hati tidak atau belum tenang?

Hati adalah sumber dari segala-galanya dalam hidup kita, agar kehidupan kita baik dan benar, maka kita perlu menjaga kebersihan hati kita. Jangan sampai hati kita kotori dengan hal-hal yang dapat merusak kehidupan kita apalagi sampai merusak kebahagiaan hidup kita di dunia ini dan di akhirat nanti.

Ingatlah, untuk menjaga kebersihan hati, (selain berdzikir) kita harus menjaga penglihatan, pendengaran, pikiran, ucapan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan menjaga hal-hal tersebut kita dapat menjaga kebersihan hati kita. Dengan hati yang bersih kita gapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi berhati-hatilah menjaga hati karena ia adalah penyebab ketenangan dan kebahagiaan diri!

Kita harus melatih hati kita agar selalu berniat baik dan ingin sesuatu yang baik. Selalu riang, gembira dan tenang dengan setiap pekerjaan yang dilakukan. Selalu melakukan kerja amal, tolong menolong, bergotong royong, selalu berbicara benar, sopan dan hidup dengan berkasih sayang antara satu dengan lainnya.

Marilah kita bersihkan hati kita dari segala kotorannya dengan memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak doa agar Allah SWT mengaruniakan kita hati yang bersih dan selalu dekat dengan-Nya. Itulah beberapa hal yang mungkin dapat kita jadikan landasan untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia ini dan juga sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat nanti.

Sebenarnya kebahagiaan hidup yang hakiki dan ketenangan hanya didapatkan dalam agama Islam yang mulia ini. Sehingga yang dapat hidup bahagia dalam arti yang sebenarnya hanyalah orang-orang yang berpegang teguh dengan agama.

*******************************

Arti bahagia
==========
Secara mudah kebahagiaan itu adalah memiliki hati yang tenang dalam menghadapi apapun tes dalam kehidupan. Inilah arti bahagia yang sebenarnya sesuai petunjuk Allah di dalam Al Quran. Firman Allah:
"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia. (Ar-Ra'd 13:28)

Rasulullah S.A.W. juga telah bersabda:
"Bahwasanya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Bila ia baik, baik pulalah seluruh tubuh, tetapi apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh badan. Ingatlah ia adalah hati. "
(Riwayat Bukhari Muslim)

Rasulullah S.A.W bersabda lagi:
"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda tetapi kekayaan itu sebenarnya adalah kaya hati"
Kaya hati berarti hati yang tenang, lapang dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki - bersyukur dengan apa yang ada, sabar dengan apa yang tidak.

Oleh itu hati perlu dibersihkan serta dipulihara dan dipelihara "kesehatannya" agar lahir sifat-sifat mazmumah seperti amanah, sabar, syukur, qanaah, reda, pemaaf dan sebagainya. Puncak kebahagiaan adalah ketika hati seseorang mampu mendorong pemiliknya melakukan kebaikan dan menghindari kejahatan dan larangan yang ditentukan oleh Islam dengan mudah dan secara "auto pilot".

Wallahua'lam

~ Genta Rasa ~
Page  Saling mengingatkan untuk Shalat wajib 5 waktu dan shalat-shalat Sunnah

MTLH

Semakin kuat cinta, akan semakin lumpuh logika.

Itu sebabnya, tanpa kau sadari - engkau terkadang menelantarkan kasih sayang orang tua dan mengabaikan nasihat baik, karena engkau meyakini bahwa cintamu benar dan suci.

Mungkin kau benar dalam rasa cintamu, tapi juga sangat besar kemungkinanmu salah memilih orang untuk kau cintai.

Maka berhati-hatilah jika hatimu sedang dikuasai oleh cinta.

Karena, cinta sering bersedih melihat orang menghinakan dirinya sendiri dengan mengenakan cinta untuk menopengi nafsu.

Cinta memuliakan jiwa yang memuliakan dirinya.

Mario Teguh - Loving you all as always